Karena-Nya

Tak pernah ada yang salah dalam sebuah takdir, hanya bagaimana baiknya kita harus menyikapi apa yg sudah terjadi. hanya bagaimana baiknya kita mengambil hikmah atas apa yang sudah terjadi. bukankah begitu?

Seperti subuh ini, yang suhunya selalu menghunus tubuhku hingga luluh lantak. Entah sejak kapan selumer dan sebobrok ini, mungkin mulai awal 2012. Suhu yang memang sedang turun di bulan penghujan ini membuat alergi dingin semakin parah, Bogor, memang selalu begitu dan kini semakin menjadi.

Sebenarnya tak ingin berhenti dari aktivitas puasa daud, terlalu sayang untuk di hentikan karena alasan tubuh, setengah tahun yang terlalu sayang. bulan ini terlalu banyak puasa yang berjalan dengan tertatih-tatih. hingga guru les dan teman-teman bahkan ummi abi mengomentari, kalau sudah begini, bisakah kalian menjadi aku dan mengambil keputusan? Aku sendiri akhirnya memilih untung pending dari amalan ini, tentunya masih dengan berat hati.
Ketidakmampuan dalam berpura-pura sehat. mungkin itulah alasan untuk benar-benar berhenti, dasar manusia. seperti tupai yang selalu mampu meloncat dari satu dahan ke dahan lain dengan sempurna, suatu saat ia pasti akan jatuh juga. pun manusia, se-sehat sehatnya dia selama bertahun-tahun tanpa sakit yang berarti dalam satu titik pasti akan jatuh juga, dan tak mungkin baginya untuk terus merasa sehat. itulah manusia. Terkadang mengakui kelemahan fisik itu berat, menutupi dengan senyuman tak akan mampu bertahan lama. satu saat pasti akan jatuh juga. Lagi.
Lantas bagaimana baiknya kita ketika kelemahan jasmani merambat pada kelemahan ruhani? beristighfar, perbanyaklah beristighfar. mungkin itu adalah salah satu langkah awal yang tepat. dan ketika sakit mendera ujung demi ujung tubuh ini, mengingat mati dengan sungguh-sungguh adalah hal yang baik. mengingat dosa adalah hal yang wajib. mengingat waktu yang tak lama juga penting. Tak ada alasan untuk tidak sholat tahajud, dhuha, dan tilawah ketika kemeleran tak dapat dihentikan, biarkan saja cairan hidung yang bagai air itu menetes, mudah-mudah ia menjadi saksi bagi kita ketika di akhirat. Bukan cerita jorok atau menjijikannya, lagi pula dengan kondisi seperti itu kita diijinkan membawa tisu ketika sholatnya jika memang akhirnya mengganggu kekhusyu'an kita menghadapNya.
Para pembaca, jangan sampai kita menjadi orang yang kalah saat tubuh dalam keadaan hancur, jangan sampai tubuh yang lemah menjadikan kegiatan ruhiyah kita ikut melemah, perkuatlah dengan mengingat betapa Allah mencintai orang-orang yang berjuang demiNya dan berbahagialah karena do'a para orang yang sedang dilanda sakit lebih makbul, bukankah begitu? Berhusnudzon lah padaNya , mudah-mudahan dengan sakit yang sedang melanda kita, dengan sakit yang membuat kita lemah melakukan segala hal, dengan sakit yang membuat kita merasa semakin rendah dihadapanNya, bisa menghapuskan dosa-dosa kita, bisa membuat kita semakin dekat denganNya, dan semakin merasa Ia sayang dengan nikmat yang masih Ia beri. 
"Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan"
Beramalah seakan tak ada lagi hari untukmu esok di dunia, maka tak akan ada apapun yang dapat menghalangimu mencapai kemaksimalan dalam beramal. :)

ALLAH terimakasih atas takdirMu hingga hari ini, semoga kami dapat meraih hadiah teristimewa kami ketika kami mampu melewati segala cobaan dariMU. HAMASAH for All :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!