Arti Sabar Bagiku
Sabar, adalah suatu kata yang memiliki makna yang dalam dan dia mempunyai kekasih setia bernama ikhlas. Entahlah, tapi bagiku sabar memang seharusnya disandingkan dengan ikhlas sebagai teman setianya, di mana ada ikhlas di sana ada sabar begitupun sebaliknya. Suatu kata yang mempunyai makna yang kadang kala sulit untuk dilaksanakan sulit untuk di realisasikan namun begitu mudahnya terucap dalam setiap kesempatan.
Bagiku sabar itu tiadalah batas baginya, ia tidak dapat terdefinisi batasannya dan tidak pula dapat terhitungkan, mungkin inilah mengapa aku selalu tidak setuju dengan setiap pernyataan bahwa kesabaran manusia ada batasnya. Lihatlah nabi Ayub, lagi pula jika kita merasa sabar itu ada batasan bukankah menandakan bahwa sesungguhnya kita yang belum bersabar? Teringat salah satu materi yang disampaikan mentor padaku berkenaan dengan sabar, ia berkata: "Bersabarlah baru kemudian belajar bersabar, maka sabar tak akan ada batasnya dan karena sesungguhnya hanya para sahabat, orang-orang terpilih dan rasul yang benar-benar mampu untuk bersabar dalam arti sebenarnya, sedangkan kita bersabar dulu baru belajar bersabar"
itulah yang ia katakan.
Teringat sahabat-sahabat luarbiasa yang selalu berada di sekililing saya juga keluarga yang tak pernah membiarkan saya dalam keadaan rusak, mereka benar-benar titipan Allah yang luar biasa dalam mengajari saya arti bersabar yang sebenarnya, arti ikhlas dalam setiap cobaan, amarah, cacian, ejekan, hinaan, dan bahkan pujian. Maha Besar Allah.
SAHABAT
Mereka memang sering menyebalkan, tapi jujur mereka selalu membuat saya tertarik dan gemas(unyu*hahaha) karena setiap celotehan, komentar, tanggapan, argumen, bahkan mungkin godaan mereka. seperti malam kemarin sampai fajar menjelang. seperti biasanya mereka selalu membuat guyonan yang mengocok perut dan membuat hasrat ingin pipis saya timbul. dan seperti biasanya pula mereka selalu berbicara dan membicarakan para petinggi, entah yang muda entah yang berumur, tak pernah lelah tak pernah jemu untuk mereka bicarakan entah ngelantur jadinya entah nyata entah nostalgia yang ada hubungannya dengan mereka. sayapun yakin mereka yg dibicarakan ga akan jauh dari kita di sini yang membicarakan *eeehh. dan dengan segala bentuk ejekan yang mereka lontarkan, cuek mereka yang tak pernah sadar juga, mengesalkannya mereka yang tak pernah bisa terkalahkan. membuat menunggu. membuat geram. membuat saya berucap sendiri dalam hati>> apa mereka berpikir? atau Allah sengaja menggerakan mereka untuk mengujiku? Wallahu'alam.
Tapi saya sangat bersyukur dengan tingkah mereka yang dari dulu sampai sekarang itu, karena mengasah pemikiran saya tentang sabar dan ikhlas. Alangkah indah bila memang waktunya. Akhirnya sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan saya hanya bisa pasrah dan ikut tertawa, ini lebih baik dari pada membalas ejekan mereka dan malah jadi tambah terbully *miris--". Saya mau cerita sedikit juga tentang kerja keras para sahabat saya yang semalaman suntuk hingga fajar, ini tentang amanah, ini tentang tanggung jawab, ini tentang konsekuensi *bagi kami. semakin cepat selesai semakin banyak hal lain yang dapat kita lakukan kan?
>Hari itu adalah hari yang sibuk (ternyata) sangat bahkan. Hari itu, tepatnya sabtu 31 Desember 2011 pukul 1. ada rapat tentang acara, dan kami sebagai anggota ISY yang sedang bertindak sebagai EO dalam acara ini tentu wajib kehadirannya. saat itu pukul 1 kurang 15 dan saya masih di angkot (macet) padahal sbntar lagi mulai dan jarak saya ke tempat masih sangat jauh hingga singkat cerita saya nyasar sampai jauh banget dari TKP. dan baru tiba di TKP pukul 2 itupun setelah mentor saya yang juga anggota ISY menjemput saya, (jujur saya nyasar 10 blok itu kayaknya) dan hari itu juga sebenarnya Yura dan Radhwa ada agenda mabit di rumah saya, yang saya bilang pada orng tua dalam rangka main *saja*. Sudah datang telat pulang paling awal pula, karena ga dikasih waktu banyak jadi I have no choice. dan sayapun membawa laptop radhwa untuk mengerjakan proyek lebih dulu karena aplikasinya hanya ada di laptopnya. tentunya Radhwa dan Yura menyusul. aku menunggu hingga mendekati maghrib dan mereka tak kunjung datang sedangkan marka harus beres hari ini dengan kebutuhan 14 marka.Tak lama mereka datang dengan tangan kosong, rupanya mereka hanya ingin menitip tas lebih dulu karena barang yang dicari belum kunjung ketemu, saya berusaha sabar lagi tentunya saya agak heran juga dengan mereka yang punya azzam kuat buat selesai hari ini juga (alhamdulillah akhirnya kelar :)) dan karena saya juga satu divisi dengan mereka di EO kali ini maka saya juga turut andil, tentunya selain menyediakan tempat dan makanan. kesan saya adalah *KAPOK tapi seru, soalnya obrolan mereka ga pernah melempem, selalu renyah dan menghibur lelah jadi gpapalah toh gunanya buat kita juga kerjaan kayak gini>Radhwa.
>Hari itu adalah hari yang sibuk (ternyata) sangat bahkan. Hari itu, tepatnya sabtu 31 Desember 2011 pukul 1. ada rapat tentang acara, dan kami sebagai anggota ISY yang sedang bertindak sebagai EO dalam acara ini tentu wajib kehadirannya. saat itu pukul 1 kurang 15 dan saya masih di angkot (macet) padahal sbntar lagi mulai dan jarak saya ke tempat masih sangat jauh hingga singkat cerita saya nyasar sampai jauh banget dari TKP. dan baru tiba di TKP pukul 2 itupun setelah mentor saya yang juga anggota ISY menjemput saya, (jujur saya nyasar 10 blok itu kayaknya) dan hari itu juga sebenarnya Yura dan Radhwa ada agenda mabit di rumah saya, yang saya bilang pada orng tua dalam rangka main *saja*. Sudah datang telat pulang paling awal pula, karena ga dikasih waktu banyak jadi I have no choice. dan sayapun membawa laptop radhwa untuk mengerjakan proyek lebih dulu karena aplikasinya hanya ada di laptopnya. tentunya Radhwa dan Yura menyusul. aku menunggu hingga mendekati maghrib dan mereka tak kunjung datang sedangkan marka harus beres hari ini dengan kebutuhan 14 marka.Tak lama mereka datang dengan tangan kosong, rupanya mereka hanya ingin menitip tas lebih dulu karena barang yang dicari belum kunjung ketemu, saya berusaha sabar lagi tentunya saya agak heran juga dengan mereka yang punya azzam kuat buat selesai hari ini juga (alhamdulillah akhirnya kelar :)) dan karena saya juga satu divisi dengan mereka di EO kali ini maka saya juga turut andil, tentunya selain menyediakan tempat dan makanan. kesan saya adalah *KAPOK tapi seru, soalnya obrolan mereka ga pernah melempem, selalu renyah dan menghibur lelah jadi gpapalah toh gunanya buat kita juga kerjaan kayak gini>Radhwa.
Dengan maksud untuk tidak membohongi orangtua maka pukul setengh 12 kita bakar jagung dengan tidak bermaksud merayakan tahun baru. Awalnya arangnya susaaaaaaaahhhh banget buat hidup, tapi dengan adanya ilmuan kita sang Yura maka akhirnya menyalalah arang tanpa minyak tanah. kuncinya cukup tisu dan minya goreng. Keren kan? dan dengan modal otot loyo, saya dan Radhwa mengipasi arang dan jagung sedangkan Yura mengolesi bumbu rahasianya. Lelah saya katakan, tapi terbayar lah dengan enaknya jagung yang bikin kenyang. Sabar. lagi-lagi ia ikut andil dalam setiap permasalahan. Markanya saat itu belum kelar semua tapi kita berusaha menikmati kehidupan yang lelah ini dengan belum menutup mata hingga pukul 2 pagi dengan obrolan-obrolan renyah setelah beres bakar membakar. maka pukul 2 itu juga saya mengharuskan mereka untuk bersegera tidur agar 2 jam ini menjadi tidur yang efektif maka dibubuhi dengan bacaan ayat qursi dkk nya.
Voila, akhirnya pukul 9 pagi lewat marka dan lambang simbolis untuk mamah dedehnya beres juga. semoga marka yang sudah di buat dengan susah payah ini mendapat nilai ibadah dari Allah SWT. Aamiin. entah bagaimana ceritanya bila saya tidak berusaha bersbar untuk menghadapai keterlambatan mereka, kecuekan mereka, dan kebawelan mereka *eeh hahaha.
Tak apa kawan, kalian terlalu sring memberikan arti dan makna dalam hidupku. memberikan pelajaran dengan kelakuan menyindir dengan tindakan, dan marah dengan tatapan. Sabar itu indah ketika kita sudah paham bahwa tiada batas untuknya :)
Komentar
terlambat --> kita ngobrol sama ibu-ibuu. lamaaa.
trus, kita nunggu seseorang yang padat jadwal syuroooo
truuus, LOJI, GUNUNG BATU, SBJ gaada fotokopian, gaada masjid pinggir jalan, bahkan SPBU pun gaada masjid -__-
kecuekan --> apa sih? *ganyadar
kebawelan --> kata si itu, ini yang bikin spesiaal. :D. Jadi, pertahankanlaah.