Cinta?! (again) Bosen? (baca aja)

Kenapa harus memiliki alasan untuk mencintai? Tentu saja harus ada, bukankah sama halnya dengan kita mencintai sang Khalik? Bukankah kita mencintaiNya karena Ia adalah sang Kuasa? Bukankah kita mencintaiNya karena begitu banyak nikmat yang telah Ia limpahkan pada kita? bukankah kita mencintaiNya karena begitu banyak kasih sayang dan Rahmat yang telah Ia curahkan untuk kita? dan begitu banyak alasan yang harus dijabarkan berkaitan dengan mengapa kita harus mencintaiNya atau mungkin terlalu banyak. Lihatkan? bahwa ada kata "karena" yang menghiasi jawaban dari mengapa kita mencintai sang Khalik di atas segalanya. bukan jawaban "aku tidak tahu/entahlah/tak perlu alasan untuk itu" yang terjabarkan kan?.


Ya, awalnya saya pun mempunyai argumen bahwa mencintai adalah sebuah kata kerja yang tidak membutuhkan alasan apapun jika memnag ada yg bertanya mengapa? dulu saya berargumen, bila mencintai mempunyai syarat dan alasan yg mengikutinya, maka pastilah cinta akan ikut luntur bersamanya bila syarat dan alasan tersebut luntur. Tapi bukankah memang begitu hakikatnya? jika kita pantau dari berabgai sudut dan celah memang alasanlah yang memperkuat suatu kata kerja. Bayangkan bila orang yang paling anda kasihi luntur keimanan dan agamanya, anggaplah ia pindah agama *contoh* bukankah kecintaan kita terhadapanya memang semestinya luntur bila itu yang terjadi? atau kita yang bertindak untuk kembali meluruskannya. dan Bukankah kita mesti mencintai seseorang (salahsatunya) demi menambahkan keimanan dan kecintaan kita terhadapNya?

Cinta bukanlah suatu materi yang dapat dijual dengan harga murah, saya rasa hanyalah nafsu yang dapat dijual dan ditukar dengan mudah, karena sifatnya adalah meminta demi kepuasan sendiri. Cinta memang tidak memandang dari segimanapun, terkadang alasan yg mencuat darinya di luar nalar.kita Bila seorang wanita dipertimbangkan dari 4 hal (fisik, harta, keturunan, dan agama) lantas bagaimana bila di ke-4 hal tersebut semuanya biasa saja? tidak ada satupun yang menjadi alasan kuat, tidak ada hal yang sekiranya dapat mendukung? Maka mungkin hati dan caranya mencintailah yang mungkin mendukung. Saya jadi teringat suatu cerpen yang berjudul "Cinta laki-laki biasa" menurut saya itu salah satu cerpen yang keren. (anda bisa mencari di internet bila  ingin tau).

Ya, kembali kepada cangkupan mengapa mencintai harus mempunyai alasan? lagi pula suatu hal yang aneh jika ada seseorang bertanya "mengapa kau mencintainya?" lalu kau menjawab "entahlah, tiba" saja/ cinta tidak butuh alasan kan?" hmmm saya rasa itu aneh, mengapa tidak kita jawab dengan "Karena dengannya dapat membuatku lebih mencintaiNya*eaaaa" bukankah itu alasan?
Percayalah bahwa alasan akan memperkuat suatu pekerjaan, akan membuat yang ragu menjadi yakin atau tambah tidak yakin. 
Mencintai pekerjaan, sahabat, organisasi, barang, bahkan seseorang. Alasan akan menjadi hal yang penting bila kita pikirkan kembali. Mungkin bila seseorang berkata bahwa ia tidak memiliki alasan untuk mencintai itu maksudnya adalah terlalu banyak alasan yang mesti ia jabarkan. Hmm sekedar menganalisa.

Tapi tetap saja Cinta adalah kata benda yang tak pernah bisa saya defenisikan dengan tepat, terlalu abstrak, terlalu luas, terlalu banyak alasan untuk menjelaskan rasanya. Yap Cinta, tetap saja.............

Komentar

Anonim mengatakan…
Dari mana datangnya cinta? Gila gak sih kalau sekali lihat bisa langsung cinta?! Tapi memang terkadang seperti itu, orang yang sekali kita lihat bisa aja langsung "klik" dihati, aneh memang. Hah, sama2 hati2 yuk, Iya kalau kita benar menyebut itu cinta, kalau ternyata hanya hawa nafsu. Tapi qt tidak perlu takut, Cinta dan Nafsu bisa dibedakan, dengan keimanan yang baik terhadap sang pemilik cinta, Allah swt. Nice post ^_^
Roxalana Fikren Taufik mengatakan…
ehehe. makasih ya mbak, siap deh !! ^0^

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!