Sepucuk Surat Tanpa Lembar

Lukisan yang paling indah itu adalah langit, lihatlah awannya yang terus berarak dan bermetamorfosis. Perlahan merubah warna yang ada, dalam diam ia merubah panas menjadi keteduhan. tiap geraknya yang halus itu terlihat penuh ketenangan. Langit.


Aku tak dapat menahan diri untuk kembali melukiskan ceritaku pada lembaran buku tanpa halaman ini. Meski aku bertekad untuk tak mengisinya dalam kurun waktu yang lama namun pada akhirnya aku luluh juga untuk terus berkicau.

Bahasaku mungkin tak akan seindah mereka. ceritaku mungkin tak semenarik mereka. Tapi aku berharap dan terus berharap, apa yang aku cecerkan di sini mampu memberikan senyuman bagi para pembacanya, mampu memberi inspirasi bagi para penikmatnya, dan mampu membuka pikiran bagi yang sedang dirundung kepiluan.

Kembali pada gerak formasi langit, susunan molekul-molekul air yang berwujud gas itu berkumpul menjadi satu bagian utuh dan kepekatan yang berbeda itu membuat kumpulan molekul itu terlihat jelas sebagai sebuah awan. Pancaran sinar sang pencerah bumi menembus pelan di antara molekul-molekul itu. gelombang-gelombang cahaya yang tak dapat tersentuh itu rupanya mampu menyentuh hati dalam kegelisahan.

Tak ada satupun insan di muka bumi ini yang benar-benar bebas dari dosa kecuali Rasulullah, tak ada pula satupun di antaranya yang tak pernah sekalipun mengeluh. Cobalah kau jelajahi bumi ini dan tanyalah pada setiap insan yang kau temui "Pernahkah anda berpikiran buruk tentang orang lain/kehidupan ini?" maka berkacalah pada diri sendiri dan jawablah pula sendiri. maka jawabannya adalah "Ya, saya pernah".

Laksana segelas susu, itulah kehidupan. Sebelum kau masukan susu kedalamanya air itu bersih dan bening. Namun setelah satu sendok susu dimasukan ke dalamnya tak ada yang dapat kita perbuat, apapun caranya sang air tak akan terpisah dari sang susu. Jika kau bertanya "apa yang harus kita lakukan agar gelas itu berisi air yang kembali jernih?" caranya adalah dengan kau masukan sebanyak"nya air bersih kedalam gelas itu, hingga banyaknya air bersih itu mendorong air susu itu keluar dari gelas. Hanya itu cara yang mungkin kita lakukan. Menambah yang baik agar yang buruk keluar. Maka itu kawan, analogikanlah ini dalam kehidupan.

Jangan biarkan hal-hal yang kau anggap remeh menjadi magnet bagimu di neraka *naudzubillahimindzalik

 Aku beritahu satu hal yang aku rasa memang kini menjadi wajib untuk kalian ketahui. Ketauilah, jalan yang kini kalian tapaki bukanlah jalan yang mudah, mulus, dan santai. ketahuilah bahwa perjalanan ini harus kalian selesaikan dengan pandangan yakin dan berani. wadah ini bukan sekedar tempat belajar layaknya wadah yang lain, wadah ini insyaAllah selalu berada dalam lindungan dan rahmatnya, maka dari itu jagalah diri kalian dengan sebaik-baiknya pergaulan dan etika yang baik. karena orang-orang yang bukan bagian dari wadah ini akan menilai wadah ini berasarkan perilaku, sifat, dan pergaulan kalian. Dek, jagalah pergaulan kalian antar lawan jenis, perhatikan setiap apa yang sedang kalian bicarakan apakah itu bermanfaat, baik, dan jauh dari mudharat? Sekarang semua ada di tangan kalian. Maka lihatlah langit yang dalam diam ia selalu menghibur insan yang menatapnya penuh kagum. Mempesona meski tak dapat di sentuh, indah meski tak dapat di dengar.


.....Sebuah tempat untuk mencari kebenaran, untuk menebar kebaikan, untuk memperbaiki laku, untuk menambah ilmu dan untuk memberi warna dalam hidup....

Komentar

Anonim mengatakan…
kimia lagii,,,,
mate sakalii2,,=..=
Roxalana Fikren Taufik mengatakan…
iya deh iya,, ntar tak bikin. hahaha

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu