Little Mistake to be Big Problem

Waktu lagi liat-liat blog saya nemuin bacaan yang cukup membuat saya berpikir, sebenernya udah lama sih liatnya, tapi baru sekarang aja ada niat buat  copas. Semoga bacaan yang satu ini bisa membuat para pembaca sekalian ikut terinspirasi dan berpikir. Oh iya tambahan dari saya nih. 

Yang kita benci itu adalah sikap dan watak dari sang pemilik jiwa, bukan jiwa orang tersebut. maka jangan jadikan kebencian kita bersikap subjektif, dan jangan buat keegoan kita membuncah hingga mengalahkan sikap dan sifat-sifat manis dalam diri kita. Karena sesungguhnya saat itu setan sedang bergembira dengan keberhasilannya merenggangkan suatu hubungan persaudaraan. Sahabat, jangan biarkan masalah kecil atau besar, lama atau sebentar, membuat kita menumbuhkan benih ketidak nyamanan.


Check this post now......>

Terkadang kecil kesalahan yang kita buat bisa menumbuhkan jutaan masalah kecil, sehingga mengakibatkan masalah itu menjadi besar. Masalah adalah bumbu dalam setiap jengkal kehidupan yang kita lalui, bila terlalu banyak kita akan sakit dibuatnya, pun ketika terlalu sedikit membuatnya kurang enak. Jangan kita menganggap masalah adalah tanda dari ketidak makmuran dalam hidup, justru masalah adalah obat untuk pribadi yang lemah.

Banyak orang yang menganggap bahwa masalah akan menimbulkan depresi terhadap jiwa mereka dan ini justru yang membuat mereka lari dan meninggalkan masalah tersebut sebelum berhasil menyelesaikannya.

Ya kadang mungkin hal ini berhasil, tapi yakinlah ini pada akhirnya tidak akan memberikan manfaat apapun, justru semakin sering kita lari dari permasalahan yang ada hanya akan menambah lemah pribadi kita, dan jalan menuju orang–orang hebat akan tertutup perlahan. Sembunyi sesaat untuk sekedar cooling down mungkin bukan masalah, tapi jangan terlalu lama, cukup untuk sekedar bermuhasabah dan mengakui kesalahan, lalu kembali muncul kepermukaan untuk kemudian menghadapi kembali masalah yang belum terselesaikan itu.

Siklus kehidupan, pasti akan selalu begitu.. untuk beberapa saat kita merasa nyaman dan bangga dengan keadaan, merasa ini adalah hidup yang sebenarnya dan bahagia berada dikondisi itu. Tapi hidup pada kenyataan tidak akan terus begitu, bukanlah hal yang tidak mungkin disaat kondisi yang amat kondusif untuk bercanda ria, hempasan angin yang menggila datang mengahancurkan keadaan dalam sekejap, tentu kita harus selalu siap dengan segala kondisi yang ada.

Ketika badai berhenti tumbuh-tumbuhan akan kembali tumbuh dengan lebih subur dan indah, meski tak jarang ada yang mati setelah badai. Begitu juga dengan masalah yang kita ibaratkan dengan badai dan kehidupan kita yang kita umpamakan dengan tumbuh-tumbuhan. Apakah ketika badai datang tumbuh-tumbuhan itu berdiri kokoh dan tidak bergeming? tentunya tidakkan? mereka pasti terombang ambing oleh badai yang menerpa mereka, tapi toh akar yang kuat tetap menahan mereka pada posisi semula meski tubuh mereka porak poranda oleh badai, meski ada juga akar yang lemah sehingga akhirnya mereka mati. Lalu apa yang menyebabkan tumbuhan itu lebih baik dan lebih subur dari sebelumnya? yang menyebabkan hal ini adalah hujan yang dibawa oleh badai, angin kuat yang menyebarkan benih tumbuhan itu juga bahan” organik lain yang dibawa oleh angin yang akhirnya menjadi pupuk alami untuk tumbuhan itu sendiri.

Nah bagitupun masalah yang tidak hanya membawa dampak negatif, kita bisa melihat dampak positif dari masalah ketika kita mampu untuk bersifat tenang dan berpikir jernih ketika masalah datang, mungkin kita akan merasakan down yang luar biasa ketika kesalahan kecil kita menyebabkan hal luar biasa *buruk, tapi pikiran jernih akan membantu kita untuk tetap bertahan pada kondisi awal walaupun batin terbanting hebat. Yang harus kita waspadai adalah ketika kita menjadi tumbuhan yang mati ketika badai usai, apa yang menyebabkan mereka mati? tentu hal utama yang menyebabkan mereka tumbang adalah akar yang lemah. Begitupun kita. Ketika dari akarpun kita sudah lemah, kita sudah menjudge bahwa diri kita payah, maka alam bawah sadar kita akan mensetting seperti apa yang kita tanamkan kuat itu, yaitu PAYAH.

Terus merasa tersisihkan dan terus merasa buruk, jelek, tak mampu, atau apapun itu yang berbau negatif hanya menyebabkan akar kita dari hari ke hari semakin lemah. Terkadang kita perlu untuk cuek terhadap perasaan negatif, terlalu banyak memupuk perasaan bersalah dan buruk dalam jiwa hanya menciptakan tumpukan mental yang lemah.

Kesalahan kecil mungkin bisa menciptakan masalah Maha Besar untuk kehidupan kita, baik jangka pendek atau panjang, tapi masalah yang Maha Besar sangat mungkin untuk dibasmi dengan sedikit perubahan kearah baik, tentunya dengan beberapa komposisi penting yaitu Semangat perubahan, Ide hebat, dan Doa. Yang dijalankan oleh aksi nyata tentunya dengan bahan bakar “pemikiran yang matang”.

So… ini hanya persoalan bagaimana cara kita menanggapi masalah yang hinggap dalam kehidupan kita.
Jadikan masalah sebagai alat untuk menguji kemampuan diri kita.

http://rahasiasangpemikir.wordpress.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu