Ikhlas pada KEMATIAN
Seringkali aku berkata, "semua aspek dalam hidup ini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan" terlalu sering aku ucapkan kata ini. Hingga aku tersadar bahwa ada satu aspek dalam hidup ini yang ternyata aku belum ada keikhlasan di dalamnya bila waktu dari aspek itu datang. Aspek yang menjadi bagian dari kehidupan itu adalah
KEMATIAN
Aku belum lagi sanggup untuk ikhlas bila jiwa ini harus kembali IA pangku. Kesiapanku belum matang benar bila harus di jemput
KEMATIAN.
Ah, tapi mati pasti datang kapanpun itu, semua tergantung takdir yang menggelayut di jantungmu. Oh waktu kau memang pembunuh yang handal, masih banyak janji yang belum lagi kupenuhi, tak kuasa bila harus ku langgar karena waktu tlah habis. Tumpukan hutang duniaku masih menggunung, tak rela diri ini bila harus kubayar di akhirat nanti. Kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan yang bergelantung di relung hati sana-sini belum lagi mampu kututup seutuhnya.
KEMATIAN bagiku adalah satu-satunya batu penghalang yang tak mampu ku geser, karena kematian menutup pintu perbaikan. pada fitrahnya manusia membutuhkan dunia, sebab dunia adalah ladang amal untuk akhirat, dan bila ia belum dapat memanen seluruh bibit yang ia sebar di dunia karena kepergiannya, maka kerugian yang ia dapat.
KEMATIAN
Jikalau semua orang dapat mengatur bagaimana ia mati, maka akan sedikit peluang kebaikan yang dapat kita jamah,,, Bersyukurlah karena kematian membuat semuanya menjadi adil. Tapi sungguh, bila ditanya " apakah kau ikhlas di ambil nyawamu sekarang?" akau akan menjawab BELUM
Ya Rabb dosa-dosaku belum terbayar seluruhnya dengan amalan-amalanku, Ya Rabb ana.... aku masih ingin memenuhi amalanku, agar aku dapat menjadi bagian dari penduduk surga tanpa di hisab lebih dulu. Ya Ghaffar sudahka agamaMu ini ku serap dalam hatiku, sudahkah jiwa ini bertasbih hanya untukMu. Ya Rabb KEMATIAN terasa mencekam bagiku, bila memang waktu hanya sebentar yang kupunya, berikanlah rasa ikhlas pada jiwaku, berilah kekuatan pada ku untuk tetap istiqamah di jalanMu
Komentar