Tak ingin Tapi ku ingin

   Tak ingin karena itu tandanya aku akan semakin tua, ingin karena dapat mengingatkanku pada masa depan.
Mungkin 5 hari lagi, dan aku masih tak ingin melepaskan yang ganjil. 

   Tak ingin karena itu berarti dosaku akan lebih banyak lagi, ingin karena mampu menyadarkanku akan waktu yang terus berjalan dan enggan menunggu. Mungkin tak akan istimewa, tapi aku ingin menjadi lebih istimewa dihadapanNya.

   Tak ingin karena tandanya aku akan lebih banyak memikul beban, ingin karena beban itu akan membantuku lebih dewasa. Faktanya begitu sulit melepas kulit yang lama, sama seperti ular yang membutuhkan waktu lama untuk berganti kulit.

   Yang ganjil yang enggan ku lepas, yang ganjil yang akan segera kutinggalkan, yang ganjil yang meninggalkan banyak kenangan, kini aku harus mampu berlari bukan hanya sekedar jalan, kini aku harus mampu berpikir secara kompleks, kini.... Hah sudahlah. meski tak ingin aku tinggalkan tapi aku ingin jadi lebih baik, itu adalah hariku, hari perubahanku yang harus aku sambut dengan suka cita, dengan wajah penuh bangga, dengan hati penuh ikhlas. 

   Lembar yang baru memang masih banyak, walaupun itu tandanya lembaranku akan semakin tipis. Sebenarnya tak ingin aku goreskan tinta baru pada lembar baru itu, tapi waktu mana mau menungguku? dia akan berjalan dengan percepatan yang konstan dan kecepatan yang sama. Jadi bila aku lelah mengikuti waktu, aku akan tertinggal jauh, dan tak mungkin rasanya aku menolak untuk menjalankannya.

    Yang genap yang akan kusambut, yang genap yang begitu kutunggu, meski enggan kujemput tapi harus... Tak ingin mengantarkan yang ganjil pada tempat berpulangnya, tapi aku harus menjemput yang genap, dan itu tandanya aku harus menginginkan ganjil pulang.

    Kita semua kan tumbuh, tumbuh dari segi fisik, moral, etika, keimanan, pemikiran, ucapan, dan banyak lagi... semuanya yang ada pada diri kita akan tumbuh.. dan kita harus menikmati masa-masa pertumbuhan itu dengan kesabaran dan keikhlasan, karena di dalam pertumbuhan itu ada pendewasaan, masa pematangan diri. Maka masalah dalm hidup kita tentunya akan tumbuh juga, tumbuh menjadi lebih kompleks. 

   Tak ingin aku meninggalkan ganjil di ujung waktu bersama dengan kenangan yang menyelimutinya, tapi aku ingin menjemput awal baru yang lebih baik, awal baru yang lebih bersih, awal baru yang lebih dewasa, dan awal baru yang lebih sholihah. Maka aku harus menanggalkan kulit lamaku bersama dengan ganjil dan selimut kenangannya.

doakan aku sahabat, agar aku berhasil berganti kulit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!