Ketika kita harus berpikir Ulang (Refresh)

Yakinlah kawan, bahwa di dunia ini masalah tak akan pernah 
berhenti datang tiap detik perjalanan hidup kita, laksana 
lautan yang tak pernah berhenti mendatangkan ombak. 
Itulah Hidup.
_____________________________________________________
Dan ketika saya menulis postingan ini, saya terinspirasi oleh postingan seorang senior
yang menghabiskan sebagian besar waktunya pada jalan dakwah, ketika saya 
membaca salah satu postingannya saya berpikir ulang mengenai makna dari suatu kata,
yaitu "kecewa", cobalah anda artikan kata yang satu ini. yah mungkin maknanya berbau
kesedihan. Tapi di balik makna itu terlukis makna lain yang lebih memukau saya. 
Apa yang postingan itu sebutkan, tentu tidak sepenuhnya salah (bahkan bagi saya memang tidak salah)
Postingan itu mengungkapkan bahwa kekecewaan menandakan kepedulian (cinta). Salah satu paragraf yang membuat saya tercenung adalah:

Sepanjang sejarah kemanusiaan paska masa kenabian, tidak ada satupun organisasi yang tidak pernah mengecewakan anggotanya. Semua organisasi, semua gerakan, semua harakah pernah mengecewakan anggotanya. Selalu ada anggota organisasi atau anggota gerakan yang kecewa dan terluka. Selalu.
_______________________________________________________
Ya di sini saya berbicara soal organisasi, DAN para pembinanya. 

Cobalah kita berkaca, cobalah kita merenung, berapa kali kita mengecewakan seseorang, atau bahkan kelompok? Kekecewaan tak akan pernah luput dari kita, baik kita yang merasakan atau kita yang mengecewakan. Bahkan mungkin Rabb kita sering kecewa terhadap kita. Malu, sungguh aku malu, semoga malu-ku tidak menjadi benalu karena saking malunya.

Benar apa kata sahabat tercintaku itu, bukanlah hal yang baik menyia-nyiakan waktu untuk hal yang sia-sia. Tiada guna yang kau dapat hanya untuk menyalahkan orang lain. RABBANA, lihatlah kami yang sedang belajar untuk dewasa. Aku rasa menyalahkan oranglain pada satu masalah hanya memperlihatkan kenyataan pada dunia bahwa aku memang yang bersalah.

Ya Aziz, lindungi pikiran hamba. Ya Rahman bantu hamba memperbaiki kacamata hidup, jangan biarkan setan laknattul menguasai hambaMu ini. Bantu kami menjadi satu kesatuan yang sadar akan kejahatan terselubung. Koyakan-lah kemanisan yang terbungkus pita nerakaMu (naudzubillahimindzalik).

Tapi saudaraku, seorang itu menyebutkan "kecewa itu ada dimana-mana, karena cinta ada dimana-mana, karena harapan ada dimana-mana. Namun muncul pertanyaan, pantaskah kita tidak berani memiliki harapan karena takut dikecewakan ? Jawabannya jelas, tidak pantas !"

Seberapa kalipun kau pernah dikecewakan, jangan pernah kau takut kembali kecewa.
Kecewa adalah kawan dari Cinta dan Harapan. Hidup selalu penuh dengan misteri, esok? minggu depan? bulan depan? tahun depan? Akan ada hadiah manis dariNya bagi yang mampu melewati ujiannya, bagi yang mampu meredam nafsunya. Mari kita beristighfar kembali, sahabatku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu