Sebuah Pertanyaan Baru
Waktu yang terus berjalan tak membuat pertanyaan yang tertoreh cepat terjawab, lingkungan yang kompleks tak menjadi acuan sebuah jawaban datang padamu, lalu bagaimana kau menanggapi pertanyaan baru yang muncul ketika pertanyaanmu yang lalu belum juga terjawab? itulah yang sekiranya terjadi padaku, sebuah pertanyaan besar menghampiriku disaat pertanyaan besar sebelumnya belum lagi terjawab, Heii... aku di sini masih menunggu jawaban, mengapa kau suguhkan pertanyaan yang lain, batinku masih bingung, kau tahu?
Banyaknya koneksi yang kau buat, tak selalu menjadi tolak ukur untuk sebuah jawaban dari misteri kehidupan dalam dirimu. Kalian terlalu banyak menorehkan sebuah tanda tanya di kepalaku tepatnya di jidatku, belum sempat kubertanya namun kalian sudah memberikan banyak tanda tanya, ini terlalu cepat rasanya, ini begitu berat, INI TERLALU BANYAK. Kumohon jawablah dulu pertanyaanku, caramu memberi clue malah membuatku makin ingin tahu, sedangkan kau terus membuatku heran di sini.
Sebenarnya aku ingin kembali bertanya, tapi pikiranku terlalu lelah untuk memproses pertanyaan lagi, ini lagi-lagi pertanyaan yang berat, aku merasa sulit.. Tempat pertama yang dapat aku tanyakan adalah Tuhanku, baru Kawanku, tapi jawaban dari Tuhanku masih kuraba-raba, aku belum dapat melihat jawabanya secara utuh, begitu juga kawanku, aku malah merasa ia membuatku makin bingung, 'ya Allah swt' aku butuh sebuah jalan terang, hidup ini membingungkan, banyaknya pilihan seperti akar serabut yang terlalu banyak dan berliku.
Ketika kebingungan itu terus bersandar pada pundakku, itu membuatku kehilangan akal. Aku tak dapat membaca dengan cepat apa yang seseorang berikan padaku. Bahkan malah aku takakan mengetahui di mana titik terang itu sebelum seseorang membuka mulut padaku. Aku ingat ketika seseorang memberikan clue padaku, aku justru sama sekali tidak mengetahui apa yang ia maksud, aku bahkan tak mengerti pada diriku sendiri, terkadang aku malah menjadi tak tanggap pada sekitar, namun terkadang sangat peka sehingga tak menyadari bahwa itu adalah aku, ya entahlah aku merasa hidup ini masih meraba-raba. aku amat bersyukur memiliki Allah swt, bila tidak... entahlah aku akan mengadu pada siapa setiap menitnya, bahkan detik.
Aku tak bermaksud untuk tidak bersyukur, sungguh aku sangat bersyukur atas semua yang telah Engkau berikan kini ya Allah, aku hanya seorang gadis yang sedang mencari jati dirinya, dan maafkanlah diriku yang tak luput dari semua dosa-dosa ini. Engkau yang Satu, Engkau yang Kuasa, adakah sebuah rencana besar untukku yang sekiranya nanti akan datang? ku harap rencana besar itu adalah puluhan Jawaban dari puluhan pertanyaan yang kusuguhkan.
aku rasa memang inilah hidup, sebuah pejalanan yang mesti dijalin dengan sebuah pemikiran, perasaan, dan penyatuan hati terhadap penciptamu. juga perjalanan yang dijalin dengan sebuah pertanyaa, jawaban, keajaiban, dan misteri. Ku harap Pertanyaan yang mengganjal ini cepat terjawab,
Dengan apa kita mendapatkan JAWABAN?
Banyaknya koneksi yang kau buat, tak selalu menjadi tolak ukur untuk sebuah jawaban dari misteri kehidupan dalam dirimu. Kalian terlalu banyak menorehkan sebuah tanda tanya di kepalaku tepatnya di jidatku, belum sempat kubertanya namun kalian sudah memberikan banyak tanda tanya, ini terlalu cepat rasanya, ini begitu berat, INI TERLALU BANYAK. Kumohon jawablah dulu pertanyaanku, caramu memberi clue malah membuatku makin ingin tahu, sedangkan kau terus membuatku heran di sini.
Sebenarnya aku ingin kembali bertanya, tapi pikiranku terlalu lelah untuk memproses pertanyaan lagi, ini lagi-lagi pertanyaan yang berat, aku merasa sulit.. Tempat pertama yang dapat aku tanyakan adalah Tuhanku, baru Kawanku, tapi jawaban dari Tuhanku masih kuraba-raba, aku belum dapat melihat jawabanya secara utuh, begitu juga kawanku, aku malah merasa ia membuatku makin bingung, 'ya Allah swt' aku butuh sebuah jalan terang, hidup ini membingungkan, banyaknya pilihan seperti akar serabut yang terlalu banyak dan berliku.
Ketika kebingungan itu terus bersandar pada pundakku, itu membuatku kehilangan akal. Aku tak dapat membaca dengan cepat apa yang seseorang berikan padaku. Bahkan malah aku takakan mengetahui di mana titik terang itu sebelum seseorang membuka mulut padaku. Aku ingat ketika seseorang memberikan clue padaku, aku justru sama sekali tidak mengetahui apa yang ia maksud, aku bahkan tak mengerti pada diriku sendiri, terkadang aku malah menjadi tak tanggap pada sekitar, namun terkadang sangat peka sehingga tak menyadari bahwa itu adalah aku, ya entahlah aku merasa hidup ini masih meraba-raba. aku amat bersyukur memiliki Allah swt, bila tidak... entahlah aku akan mengadu pada siapa setiap menitnya, bahkan detik.
Aku tak bermaksud untuk tidak bersyukur, sungguh aku sangat bersyukur atas semua yang telah Engkau berikan kini ya Allah, aku hanya seorang gadis yang sedang mencari jati dirinya, dan maafkanlah diriku yang tak luput dari semua dosa-dosa ini. Engkau yang Satu, Engkau yang Kuasa, adakah sebuah rencana besar untukku yang sekiranya nanti akan datang? ku harap rencana besar itu adalah puluhan Jawaban dari puluhan pertanyaan yang kusuguhkan.
aku rasa memang inilah hidup, sebuah pejalanan yang mesti dijalin dengan sebuah pemikiran, perasaan, dan penyatuan hati terhadap penciptamu. juga perjalanan yang dijalin dengan sebuah pertanyaa, jawaban, keajaiban, dan misteri. Ku harap Pertanyaan yang mengganjal ini cepat terjawab,
Dengan apa kita mendapatkan JAWABAN?
Komentar
Allah berkata kepada hamba-hambaNya melalui kalam-Nya (al-qur'an). Lana kan udah rutin tilawah, tinggal rutin tadabbur makna/arti alqur'an (baca terjemahan alqur'annya, targetkan sehari 3 lembar sampai 10 lembar tadabbur. Sampai berulang kali khatam, yakini bahwa Allah itu maha benar dengan segala firmanNya. Dan yang terpenting adalah banyak berdoa agar diberikan pemahaman agama dan firasat yang benar. Dan berlindunglah kepada Allah dari segala sesuatu syubhat (keraguan yang tak ada dalilnya), kejahilan, was-was, takhayul dan prasangka buruk. Berlindung kepada Allah dari tipu daya syaithon dan kemusyrikan yang kita ketahui/tak ketahui. Syaithon itu musuh Allah, dan tipu daya syaithon ini amatlah lemah, bahkan lebih lemah dari rumah laba-laba.....