Postingan

Hati-Hati

Aku akan cerita tentang HP samsung J7Pro. HP pertama yg aku beli dengan gajiku sendiri. Untuk pertama kalinya barang berharga miliku dari hasil gajiku murni.  Senang sekali rasanya saat aku memilikinya. Tapi aku belum mempergunakannya sebagaimana yg Allah suka. Aku lebih sering nonton Iflix dari pada baca Quran di HP tersebut.  Tapi aku tidak cepat sadar. Lantas saat hari terakhir sekolah di bulan Ramadhan, malamnya kupergunakan ia membaca Quran. Tapi tentu saja lebih banyak total waktuku mempergunakan HP itu untuk hal yang Allah tak mencukupkan keridhoanNya dan bukan juga banyak pada yang Allah suka.  Maka terjadilah kejadian itu. Sekitar pukul 17.30 tgl 31 Mei 2018. Aku kehilangan Samsung J7Pro persis saat turun dari miniarta. belum lagi genap 6 bulan aku bersamanya. Aku mungkin terlambat sadar, ya. Allah memisahkanku dengan HP itu karena rasa suka, bangga, senang, pada HP tersebut tidak kuusahakan sungguh untuk mendapatkan keridhoanNya.  Sejak sa...

Ada saatnya

Aku pikir, sepertinya nyaman sekali jika bisa santai dengan keputusan apapun yg orang lain pilihkan. Bilang iya sama semua yang ditawarkan.  Tapi ternyata menjadi cuek tidak semudah itu. Aku pikir, bilang terserah dengan apapun akan menyenangkan semua orang. Ternyata bilang terserah membuat orang lain jadi gamang, ga enak, dan ragu.  Ternyata punya preferensi yang bebas juga ga selalu disukai orang lain.  Selalu ada saat di mana kita harus berusaha menjadi diri kita sendiri tanpa peduli bagaimana reaksi orang lain.  Selalu juga ada saat di mana kita harus bersikap pantas dan patut tanpa mempertimbangkan bagaimana preferensi kita karena adanya norma-norma yang berlaku.  Kalau hari ini kita punya banyak pilihan hidup, pilihan hidup bagaimana yang mau kamu pilih?

Maksiat

Kau tanya aku, apa yang membuat iman terasa pait? Ialah maksiat Kau tanya aku, apa yang membuat ibadah terasa lelah? Ialah maksiat Kau tanya aku, apa yang membuat mata berat di sepertiga malam? Ialah maksiat Kau tanya aku, apa yang membuat lidah kelu membaca firmanNya? Ialah maksiat Padahal kamu tau seperti aku juga tau. Padahal kita tau seperti mereka yang mengetahuinya pula. Tapi kenapa hawa nafsu berhasil menyandung langkah kita? padahal ada pengetahuan yang kita gunakan? Karena ada pahala besar bagi orang2 yang terus berjihad dengan hawa nafsunya. Sedangkan jihad bukan perkara ringan. Kita bukan makhluk suci, maka tegakkan kembali iman meski maksiat menjatuhkan kita. Sesaat saja, sekejap saja. Berdirilah kembali, buka kembali matamu, jadikan lelahmu lillah. Tak apa biar harus sambil menangis. 

Saat Hujan

Aku suka hujan, Seperti aku menyukai malam dan bulan. Ada saat-saat sempurna meski perasaan sedang buruk sekalipun. Itu adalah saat aku melihat bulan di malam hari lalu hujan bersamanya. Membayangkannya saja membuatku tersenyum malu. Jika hari-hari seperti itu muncul lagi, aku berharap saat itu aku bersamamu.

Belajar Menerima Kelebihan

Saat kita menjalani sebuah proses memilih, ada kelebihan dan kekurangan yang kita temui pada pilihan kita. Namun kebanyakan orang mempersiapkan diri menghadapi kekurangan saja. Padahal menerima kelebihan juga perlu disiapkan.  Contoh, saat akan membeli sebuah baju kondangan. Keputusan memilih sudah diambil, jatuhlah pilihan pada baju berpayet indah, dengan warna pastel, dan terdapat kerlipan2 dibajunya, namun sayang lapisan dalam baju tersebut berbahan agak panas. Maka sang pemiliknya menyiapkan kipas untuk mengantisipasi kekurangan baju indah tersebut.  Jika kita lihat dari sudut pandang kelebihannya, baju tersebut memiliki warna pastel yang sesungguhnya rawan saat terkena noda. Belum lagi kerlipan pada baju yang beresiko menempel di muka saat tangan menyentuh baju kemudian tangan menyentuh wajah setelahnya. Tapi pemilik baju tidak menyiapkan diri menerima kelebihan tersebut.  Bagaimana jika kita ambil contoh lain. Anggaplah kita membeli HP keluaran terbaru...

Fear

Gambar
Waktu masih kecil dulu, ada sebuah acara TV yang berjudul Fear Factor. Mungkin anak lahiran tahun 90-an pernah nonton acara ini. Ini adalah sebuah acara luar negeri yang disiarkan ulang di Nusantara. Hal yang paling menarik dari acara ini adalah karena setiap peserta ditantang dengan hal yang bisa jadi paling mereka takuti.  Mengingat acara TV ini saya kemudian menyadari bahwa ada hikmah yang bisa diambil dari acara TV tersebut. Punya perasaan takut sesungguhnya adalah sebuah insting untuk melindungi diri dan hal tersebut alami. Tapi tentu saja sangat mungkin kita memiliki keadaan di mana kita harus menghadapi ketakutan tersebut. Lalu bagaimana caranya? Maka acara Fear Factor tersebut membuat saya sadar bahwa ketakutan hanya mampu kita kalahkan dengan menghadapinya. Tidak sederhana, tidak mudah, dan juga tidak ringan. Menghadapi ketakutan adalah hal yang perlu niat yang kuat dan usaha yang keras. Jadi hal yang semakin sulit untuk dihadapi saat ketakutan itu bukan saja me...

Adaptasi

Gambar
Minggu ke-4 di bulan Oktober. Adalah minggu paling hectic dan luar biasa sepanjang tahun 2019. Tapi gapapa, kadang hidup begitu, ada aja waktunya lenggang banget, sekalinya padat,luar biasa.  Pada tulisan kali ini ada sebuah momen spesial yang akan saya bahas yang berhubungan dengan adaptasi. Manusia, menurut ilmu pengetahuan alam, adalah makhluk yang diberikan kemampuan adaptasi yang tinggi. Selain karena proporsi bentuk tubuhnya yang memungkin mobilitas dengan berbagai cara, manusia juga diberikan kelebihan akal sehingga mampu berpikir dan memunculkan inovasi dan ide untuk menanggulangi hal-hal yang terjadi kepada dirinya dengan cara paling efektif.  Tapi bagi manusia maupun makhluk lain (baca: tumbuhan atau hewan) adaptasi adalah hal yang membutuhkan effort, penuh dengan rasa tidak nyaman, dan mungkin mengakibatkan hilang atau bertambahnya aspek-aspek dalam individu itu sendiri. Tapi begitulah adaptasi bekerja.