Postingan

Pergi

Gambar
Meraba dalam jalan yang remang Tak menduga bahwa jalan membawamu pada sebuah cerita Cerita tentang masa di mana kau menjadi sangat bersyukur Di mana kau menjadi sangat luka kini karena mengingatnya Cerita di mana tawa itu kini menghilang Cerita tentang letih karena air yang mengalir Tak ada yang menyangka bahwa relung hati itu kini akan terluka Dalam. . . .  Tegaklah kawan, ini hanyalah salah satu lembaran dari keharusan  bagimu, bagiku, bagi kita, bagi semua yang mengetahui Aku mungkin tak mampu seutuhnya menghibur dalam perih Aku mungkin tak bisa seutuhnya menahan senyumanmu Tapi aku yakin kau adalah sosok yang kuat bukankah Ia selalu tau mana hambaNya yang kuat Sekiranya Ia memang begitu mencintai apa yang kau miliki Hingga ia ingin yang kau miliki bersamaNya Aku tak tahu rasamu kawan Tidak, sungguh ku tak tahu Bisakah kau hentikan tangismu, meski pedih. Maaf.. Aku akan ikut menangis jadinya menangis atas jiwa yang mengisi harimu m...

KRISMEN

Tomcat, ah lagi-lagi tomcat. Apa sih tomcat? (tom si kucing?) ah sayang sekali anda salah!! tomcat itu sejenis hewan yang sekarang sedang booming dibicarakan sana-sini, wah siapa sangka makhluk satu ini sepertinya masuk ke dalam diri para para mentor (yakin? yakin?). emang sih kalo diteliti ga nyambung tomcat yang anda maksud dengan yang saya maksud, tapi ini kan blog saya yah? hhe. Ga sedikit memang derita yang didapat karena gangguan tomcat yang luar biasa ini. Hmm emangnya apa sih bahaya dari si tomcat ini??  ini nih hasil dari gigitan maut si tomcat dalam diri para mentor: 1. kekacauan diri menti-mentinya yang terlantar (hmm?) 2. ketidak jelasan diri dalam menata jadwal 3. kefuturan diri para mentinya dalam bergaul (APA?!!!) 4. dan kemungkinan besar adalah SUSAH SUSAH gampang untuk datang ke mentoring. Wow, kasian yah? kasian-kasian-kasian. Melas????? ironis????? miris???? atau sadis???? geulis?? *eeehh TENTU saudara-saudara. yah itulah sedikit BANYAKnya hasil ...

Pelik

Kelabunya langit senja sama seperti kelabunya fajar tak pernah ada kata yang bisa kuucapkan lemah saatku bersamamu jauh... jauh... dan semakin jauh. semakin jauh aku melihat ke depan semakin banyak lembar yang aku intip ke belakang warnanya tak pernah pudar di bilik kehangatan celotehnya memang tak lagi ku dengar, tak lagi ku rasa Kau, atau biarlah ku sebut kalian. seperti yang kukatakan waktu tak akan menunggu mungkin ia akan menyeretmu dalam keniscayaan waktu telah jauh terlewat meski rasa itu masih bisa tersisa langit biru tentu akan berjalan perlahan melewati dinding bumi berganti... berganti.. berlalu... dan berubah... Terimakasihku tak akan cukup sebagai bingkisan  maafku tak akan cukup menutupi luka  tapi izinkan ku jadikan senyum ini perban penutup luka yang menganga izinkan aku untuk memeluk lagi hangatnya cerita kita dalam lingkaran bisakah... bisakah...? Fajar menyingsingkan lengannya, membuka tabir kenis...

yang Lenyap dalam Sunyi

Bagian terbuang dari sistem yang retak Sayang, hamparan pilu tak jadikan kayu mencair adapun baja tak pula kunjung meleleh lihatlah senja ujungnya bertepi meski tak membelah atmosfir hiasi langit yang meneduhkan bumi yang datang dalam diam lantas porak porandakan fungsi  yang datang dalam tenang lantas tinggalkan kerusuhan Pilu, meski tak lagi mampu hujan turun dari mataku Pedih, meski percuma bibir merintih Senyap, jiwaku hanya termenung Yang muncul dalam kewajaran Yang lenyap dalam syukur. Torehku dalam hening.

Manusia Labil (Futur)

"Dunia memang tak selalu adil tapi bukan berarti tak pernah adil, begitupun kejujuran, kita memang tak selalu berbohong tapi bukan berarti kita tak pernah bohong. Entah bagaimana hidup jika isinya hanyalah kejujuran, keadilan, dan ketenangan. . . . ." -Ketika berjalan dengan redupnya pegangan, ketika kaki mulai hilang kendalinya, dan ketika bercermin pada cermin yang buram lagi retak, mungkin saat itulah kefutura n datang-. Siapa peduli saat ini kau sedang mengalami krisis ruhiyah atau tidak. Ya siapa peduli kecuali dirimu sendiri?? entah apapun alasannya, kefuturan adalah hal yang mesti cepat-cepat dihapus. Wajar, tapi tidak wajar jadinya jika terus menerus didiamkan sedangkan kita sadar. Siapa yang salah? lingkungan atau jiwa ini? kalaupun ada yang pantas disalahkan, aku rasa hanya syaiton lah yang pantas kita kambing hitamkan. Dengan begitu banyaknya kasih dan sayangNya, dengan begitu luas ampunanNya. . . . tidakkah kita seharusnya menyegarakan untuk kembali pad...

M untuk Maaf

"Maaf, percayalah hanya itu yang ingin aku katakan"

Klise

Gambar
kenapa judulnya klise? karena gw maunya itu. kenapa maunya itu ? karena itu hak gw apakah nyambung sama isinya? gak tau lu baca aja menurut lu penting ga buat gw baca? kalo ga penting ngapain masih lu baca ini tulisan! BZZBZBBZZBBZBZBZBZBZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ